AL-I'TISHOOM.... TEMPAT AKU BERJUANG MEMBINA GENERASI MASA DEPAN BERAKHLAQUL KARIMAH

Selasa, 14 Februari 2012

KIAT-KIAT MEMPERERAT CINTA SUAMI ISTERI

    Ada kejadian, seorang laki-laki sebelum menikah menginginkan isteri yang cantik parasnya dan beberapa kriteria lainya. Tetapi pada saat pernikahan, dia mendapatkan isterinya sangat jauh dari kriteria yang ia tetapkan. Subhanalloh! Inilah jodoh, walaupun sudah berusaha keras, tetapi jika
Alloh menghendaki lain, semua akan terjadi.

   Pada awalnya ia terkejut karena isterinya ternyata kurang cantik, padahal sebelumnya sudah nadzor(melihat) calon isterinya tersebut. Sampai ayah dari pihak suami menganjurkan anaknya untuk menceraikan isterinya tersebut. Tetapi kemudian ia bersabar. Dan ternyata ia mendapati isterinya tersebut sebagai wanita sholihah, rajin sholat, taat kepada orang tuanya, taat kepada suaminya, selalu menyenangkan suami, juga rajin sholat malam. Pada akhirnya, setelah sekian lama bergaul, sang suami ini merasa benar-benar puas dengan isterinya dan bahagia bersamanya. Bahkan ia berpikir, lama-lama isterinya bertambah cantik, dan ia sangat mencintai serta menyayanginya. Karena kesabaranlah Alloh menumbuhkan cinta dan ketentraman. Ternyata faktor fisik tidaklah begitu pokok dalam menentukan kebahagian rumah tangga, walaupun bisa juga ikut berperan menentukan.
yang disebut cantik ialah yang cantik hatinya, sedangkan yang disebut jelek ialah yang jelek hatinya.

Berikut in adalah kiat-kiat praktis sebagai ikhtiar merekatkan cinta kasih antara suami istri, sehingga keharmonisan bisa tercipta.

Pertama: saling memberi hadiah.
Rasululloh bersabda:
تَهَادُوْا تَحَابُوْا
Artinya: “saling memberi hadiahlah kallian, niscaya kalian akan saling mencintai”(HR.Bukhori)

    Memberi hadiah merupakan salah satu bentuk perhatian seorang suami kepada isterinya, atau isteri kepada suaminya. Terlebih bagi isteri, hadiah dari suami mempunyai nilai yang sangat mengesankan, hadiah tidak harus mahal, tetapi sebagai simbol perhatian suami kepada isteri.

    Seorang suami yang ketika pulang membawa sekedar oleh-oleh kesukaan isterinya, tentu akan membuat sang isteri senang dan merasa mendaptkan perhatian. Dan seorang suami, mestinya lebih mengerti apa yang lebih disenangi oleh isterinya. Oleh karena itu para suami hendakna menunjukakan perhatian kepada isteri, diungkapkan dengan hadiah mesti sederhana.

Kedua: Mengkhususkan waktu untuk duduk bersama.
    Jangan sampai antara suami isteri sibuk dengan urusannya masing-masing, dan tidak ada waktu untuk duduk bersama.

    Ada pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh bin Baz. Ada seorang pemuda tidak memperlakukan isterinya dengan baik. Yang menjadi penyebabnya adalah karena ia sibuk menghabiskan waktunya untuk berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan studi dan lainya, sehingga meniggalkan isteri dan anak-anaknya dalam waktu lama. Masalah ini ditanyakan kepada Syaikh, apakah diperbolehkan sibuk menuntut ilmu dan sibuk beramal dengan resiko mengambil waktu yang seharusnya dikhususkan untuk isteri?

    Syaikh bin Baz menjawab pertanyaan ini. Beliau menyatakan, tidak ragu lag, bahwa wajib atas suami untuk memperlakukan isterinya dengan baik berdasarkan firman Alloh:
وَعَاشِرُوْاهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ 
“Pergauilah mereka dengan baik”(QS. An-nisa’: 19).

    Juga sebagaimana sabda Nabi kepada Abdulloh bin Amr bin Ash, yaitu manakala sahabat ini sibuk dengan sholat malam dan sibuk dengan puasa, sehingga lupa dan lalai terhadap isterinya, maka Nabi bersabda: “puasalah dan berbukalah. Tidur dan bangunlah. Puasalah dalam sebulan selama tiga hari, karena sesungguhnya kebaikan itu memiliki sepuluh kali lipat. Sesungguhnya engkau memiliki kewajiban atas dirimu. Dirimu sendiri memiliki hak, dan engkau juga memiliki kewajiban terhadap isterimu, juga terhadap tamumu. Maka berikanlah haknya setiap orang yang memiliki hak." (Mutafaq ‘Alaih).

    Banyak hadist yang menunjukan adanya kewajiban suami memperlakukan isteri denga baik. Oleh karena itu, para pemuda dan para suami hendaknya memperlakukan isteri dengan baik, berlemah lembut sesuai dengan kemampuan. Apabila memungkinkan untuk belajar dan menyelesaikan tugas-tugasnya dirumah, maka lakukanlah dirumah. Sehingga, disamping ia mendapatkan ilmu dan menyelesaikan tugas, dia juga dapat membuat isteri dan anak-anaknya senang. Kesimpulannya adalah disyariatkan atas suami mengkhususkan waktu-waktu tertentu meluangkan waktu untuk isterinya, agar sang isteri merasa tentram, memperlakukan isterinya dengan baik.
Rasululloh bersabda yang artinya: “sebaik-baik kalian adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluarganya. Dan saya adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.”
Rasulullah juga bersabda yang artinya: “orang-orang yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaqnya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap isteri-isteri kalian.”
(HR. Tirmizi).

    Sebaliknya, seorang isteri juga disyariatkan untuk membantu suaminya, misalnya menyelesaikan tugas-tugas studi ataupun tugas kantor. Hendaklah sang isteri bersabar apabila suaminya memiliki kekurangan karena kesibukannya, sehingga kurang memberikan waktu yang cukup kepada isterinya.
Untuk para isteri, bisa juga mengoreksi diri mereka. Mengkin di antara sebab suami tidak kerasan di rumah karena memiliki isteri yang sering marah, selalu bermuka masam dan ketus apabila berbicara.

Ketiga: Menampakkan wajah yang ceria.
    Di antara cara untuk mempererat cinta kasih, hendaknya menampakkan wajah yang ceria. Ungkapan dengan bahasa wajah, mempunyai pengaruh yang besar dalam kegembiraan dan kesedihan seseorang. Seorang isteri akan senang apabila suaminya berwajah ceria, tidak cemberut. Secara umum Rasululloh bersabda: “sedikitpun janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik, meskipun ketika berjumpa dengan saudaramu engkau menampakkan wajah ceria.”(HR. Muslim).

Begitu pula sebaliknya, ketika suami datang, seorang isteri jangan sampai menunjukan wajah cemberut atau marah. Meskipun demikian, hendaknya seorang suami juga bisa memahami kondisi isteri secara kejiwaan. Misalnya, isteri yang sedang haidh atau nifas, terkadang melakukan tindakan yang menjengkelkan. Mka seorang suami hendaklah bersabar.

Keempat: Memberikan penghormatan dengan hangat kepada pasagannya.

    Memberikan penghormatan dengan hangat kepada pasangannya, baik ketika hendak pergi keluar rumah, atapun ketika pulang. Penghormatan itu hendaklah dilakukan dengan mesra.
Dalam beberapa hadist diriwayatkan, ketika hendak pergi sholat, Rasululloh mencium isterinya tanpa berwudhu lagi dan langsung sholat. Ini menunjukakan bahwa mencium isteri dapat mempererat hubungan antara suami isteri, meluluhkan kebekuan ataupun kekakuan antara suami isteri. Tentunya dengan melihat situasi, jangan dilakukan di depan anak-anak, Dan bukan pula di tempat halayak umum.

    Memberikan penghormatan dengan hangat tidak mesti dengan dengan mencium pasangannya. Misalnya, seorang suami dapat memanggil isterinya dengan baik, tidak menjelek-jelekkan keluarganya, tidak menegur isterinya dihadapan anak-anak. Atau seorang isteri menyambut kedatangan seorang suami di depan pintu. Dan menyiapkan dan mengingatkan sesuatu yang dibutuhkan saat hendak beraktivitas.

    Suami hendaknya meghormati isterinya dengan mendengarkan ucapan isteri secara seksama. Sebab terkadang, ada sebagian suami, jika isterinya berbicara, ia justru sibuk dengan hand phone-nya mengirim sms atau sambil membaca koran. Dia tidak serius mendengarkan ucapan isteri. Dan jika menanggapinya, hanya dengan kata-kata singkat. Jika isteri mengeluh, suami mengatakan: “hal seperti ini saja dipikirkan!
Meskipun sepele atau ringan, tetapi hendaklah suami menanggapinya dengan serius, karena bagi isteri mungkin merupakan masalah yang besar dan berat.

Kelima: Hendaklah memuji pasangannya.

    Di antara kebutuhan manusia adalah keinginan untuk dipuji –dalam batas yang wajar-. Dalam masalah pujian ini, para ulama telah menjelaskan, bahwa pujian diperbolehkan atau bahkan dianjurkan dengan syarat-syarat: untuk memberikan motivasi, pujian ini diungkapkan dengan jujur dan tulus, dan pujian itu tidak menyebabkan orang yang dipuji menjadi sombong atau lupa diri.

    Seorang isteri senang apbila mendapatkan pujian dari suaminya, khususnya dihadapan orang lain, seperti keluarga suami atau isteri. Dia tidak suka jika suaminya menyebutkan aibnya, khususnya di hadapan orang lain. Jika masakan isteri kurang sedap maka jangan dicela.

Keenam: Bersama-sama melakukan tugas yang ringan.

    Di antara kesalahan sebagai suami ialah, mereka menolak untuk melakukan sebagian tugas di rumah. Mereka mempunyai anggapan, jika melakukan tugas dirumah, berarti mengurangi kedudukannya, menurunkan atau menjatuhkan kewibawaannya dihadapan sang isteri. Pendapat ini tidak benar. Sedangkan Rasululloh saja mengerjakan tugas-tugas rumah seperti menjahit pakaian, memperbaiki sandal dll.

Ketujuh: Ucapan yang baik.

    Kalimat yang baik adalah kalimat-kalimat yang menyenangkan. Hendaklah menghindari kalimat-kalimat yang tidak menyenangkan, bahkan menyakitkan. Seorang suami ketika menegur isterinya karena tidak berhias untuk suaminya dan tidak mempercantik diri dengan celak dimata, maka harus dengan ucapan yang baik.

    Misalnya suami berkata: “mengapa dinda tidak memakai celak?”, isteri menjawab dengan kalimat yang menyenangkan: “kalau dinda memakai celak, akan mengganggu mata dinda untuk memandang wajah kanda”. Ehemmmm
perkataan demikian menunjukan ungkapan perasaan cinta isteri kepada suami. Ketika ditegur ia menjawab dengan kalimat yang menyenangkan.
Atau misalnya suami berkata: “menurut dinda, kanda ganteng apa jelek sih?”, isteri menjawab: “dulu kanda jelek, tapi karna menikah dengan dinda, kanda jadi ganteng”. Ehemmmmm

    Berbeda kasus lain.  Saat suami isteri berjalan-jalan dibawah bulan purnama, suami bertanya: “tahukah dinda bulan purnama di atas?”, isteri menjawab: “apakah engkau lihat aku buta?”.

Kedelapan: Perlu berekreasi berdua tanpa membawa anak.
    Rutunitas pekerjaan suami di luar rumah dan pekerjaan isteri di rumah membuat suasana menjadi jenuh. Sesekali diperlukan suasana lain dengan cara pergi berdua tanpa membawa anak. Hal ini sangat penting, karena bisa memperbaharui cinta suami isteri.
Kita mempunyai anak, lantas bagaimana caranya? Ini memang sebuah problem. Kita cari solusinya, jangan menyerah begitu saja.

    Bukan berarti setelah mempunyai anak banyak tidak bisa pergi berdua. tidak! Kita bisa meminta tolong kepada saudara, kerabat ataupun tetangga untuk menjaga anak-anak, lalu kita pergi bersilaturahmi atau belanja ke toko dan lain sebagainya. Kemudian pada kesempatan lainnya, kita pergi berekreasi membawa isteri dan anak-anak.

Kesembilan: Hendaklah memilliki rasa empati pada pasangan.
    Rasululloh bersabda yang artinya: “perumpamaan kaum mukminin antara satu dengan yang lainya seperti satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain pun ikut merasakannya sebagai orang yang tidak dapat tidur dan orang yang terkena penyakit demam”.(HR.Muslim).

    Ini berlaku secara umum kepada semua kaum muslimin. Rasa empati harus ada. Yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain, termasuk kepada suami atau isteri. Jangan sampai suami sakit, terbaring di tempat tidur, isteri tertawa-tawa disampingnya, bergurau dan bercanda. Begitu pula sebaliknya, jangan sampai karena kesibukan, suami kemudian kurang merasakan apa yang istri sedang rasakan.

Kesepuluh: Perlu adanya keterbukaan.

    Keterbukaan antara suami dan iteri sangat penting. Di antara problem yang timbul di keluarga, lantaran antara suami dan isteri masing-masing menutup diri, tidak terbuka menyampaikan problemnya kepada pasangannnya. Yang akhirnya kian menumpuk. Pada gilirannya menjadi besar, sampai akhirnya meledak.

    Inilah sepuluh tips untuk merekatkan hubungan suami isteri, sehingga rumah tangga menjadi sakinah(tentram) mawaddah(kasih sayang) warohmah(dan penuh rahmat). Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam bisshowab.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar yang membangun ya sob :-)
Email kami www.yanibinjamhari@gmail.com

TERIMAKASIH.....JANGAN BOSAN-BOSAN YACH SOBAT TENGOK BLOGKU, SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA